free hit counter code All You Can Eat - GoBooks - Download Free Book
Ads Banner
Hot Best Seller

All You Can Eat

Availability: Ready to download

‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’ Dear pembaca, Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua. Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You ‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’ Dear pembaca, Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua. Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki. Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati. Dan selamat jatuh cinta. CHRISTIAN SIMAMORA


Compare
Ads Banner

‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’ Dear pembaca, Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua. Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You ‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’ Dear pembaca, Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua. Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki. Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati. Dan selamat jatuh cinta. CHRISTIAN SIMAMORA

30 review for All You Can Eat

  1. 5 out of 5

    bakanekonomama

    Novel ini terlalu.... 1. Panjang. 455 halaman itu menurut saya sangat panjang untuk cerita yang temanya sesungguhnya sangat sederhana. 2. Banyak menggunakan kata dan kalimat bahasa Inggris. Selera pribadi sih, memang... Tapi saya tidak terlalu suka dengan novel Indonesia yang di dalamnya tokohnya orang-orang Indonesia juga, lalu ngobrolnya banyak pakai bahasa Inggris. Masalah tata bahasanya saya nggak mau bahas, karena grammar saya pun masih kacau. Hanya saja ada beberapa yang terdengar aneh, dan b Novel ini terlalu.... 1. Panjang. 455 halaman itu menurut saya sangat panjang untuk cerita yang temanya sesungguhnya sangat sederhana. 2. Banyak menggunakan kata dan kalimat bahasa Inggris. Selera pribadi sih, memang... Tapi saya tidak terlalu suka dengan novel Indonesia yang di dalamnya tokohnya orang-orang Indonesia juga, lalu ngobrolnya banyak pakai bahasa Inggris. Masalah tata bahasanya saya nggak mau bahas, karena grammar saya pun masih kacau. Hanya saja ada beberapa yang terdengar aneh, dan boros. Misalnya kata "lebih prefer" (hal. 203) 3. Banyak menggunakan bahasa lebay, terutama Inggris yang buat saya sih mengganggu. Misalnya penggunaan kata "puh-leez" yang diulang-ulang terus, yang bikin saya berteriak dalam hati, "ugh! capee deehh..." Kalau sekali dua kali sih nggak papa, tapi saya nggak kebayang aja wanita usia 30 tahun ngomong dengan kata-kata lebay semacam itu setiap saat. Selain kata "puh-leez" yang suka muncul juga adalah kata "remem-buh", "sowwy", "dahling", "eibiji" (yang sempat bikin saya bingung... maklum, polos... xp), "scuse me", dsb. Namun, nggak ada yang bikin saya lebih sebal dari penggunaan kata "gawd" dan "ya ollo", karena menurut saya kata-kata yang menunjukkan Sang Pencipta tidak pantas dimainkan seperti itu. Apalagi saya seorang Muslim, dan itu sangat mengganggu bagi saya. 4. Lebay. Kalau di atas bahasanya, di sini adalah untuk tokoh utamanya. Hhmm... Saya nggak suka sosok Sarah, yang tidak dewasa, mau menangnya sendiri, tidak bisa jaga rahasia (dia udah janji sama Jandro di awal untuk nggak ngasih tau Anye soal Nuna, eh bocor juga), dan yah... soal dia mempermasalahkan banget jarak tujuh tahun itu lebay banget sih menurut saya. Apalagi dia kan orang yang bebas dan hedon. Beda kalau dia nggak enak sama sahabatnya, atau karena hubungan dia sama Jandro udah deket banget sampai dianggap adek sendiri. Ini kan, dia udah nggak ketemu Jandro sekian luamma... Jadi, ya harusnya usia tujuh tahun nggak jadi penghalang yang sebegitu besarnya. 5. Tidak konsisten dalam penggunaan bahasa. Misalnya di awal digunakan kata "nggak", lalu diganti jadi "tidak". Kalau di percakapan sih nggak masalah pakai "nggak", tapi kalau ketika narasi pakai kata itu, rasanya kok agak aneh, ya? Lalu penggunaan kata "pukul" ketika bertanya jam di percakapan. Kalau saya sih nggak pernah ngobrol sama temen terus nanya "Oi, kita mau jalan main pukul berapa nih?" Tapi, itu sih saya. Mungkin di luar sana banyak juga yang pakai kata-kata itu di percakapan non formal, kali ya... Oh iya, ada bagian yang menurut saya agak konyol, yaitu ketika Sarah jogging bareng Jandro. Disitu diceritakan kalau rambut sarah berantakan bingiiddhh kayak abis berantem sama ibu-ibu yang suaminya diselingkuhin sama dia. Emang Sarah joggingnya sambil gesek-gesekin kepala ke pohon ya? Ya kali segitu berantakannya... Lalu bagian Jandro bawa air minum pas jogging juga kok rasanya aneh ya? Ditaro dimana? Kalau naik sepeda sih saya ngerti... Satu lagi. Di hal. 209 diceritakan kalau badan Jandro berubah dari ceking jadi aduhai karena 4-5 kali sehari dia workout di gym yang ada di sebelah kantornya. Seriously?! Terus, dia kapan kerjanya dong kalo dalam sehari kerjaannya lebih banyak di gym? Itu typo kan yah? Bukan si Jandro emang maniak olahraga? Segitu aja deh poin-poinnya. Ternyata saya memang nggak cocok baca cerita macam begini. Sudah gitu, nilai yang dianut sama penulis dan saya sebagai pembaca juga berbeda. Eh, satu lagi deh. Di halaman 400 muncul kata-kata Jekyll. Itu Jekyll yang mana ya? Kalau saya denger kata Jekyll sih, yang langsung terlintas adalah tokoh Dr. Jekyll di novelnya Robert Louis Stevenson di "The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde". Cuma kok kayaknya ada yang salah deh penggunannya di novel ini... "Cowok di hadapannya ini jelas berbeda. Seolah-olah yang ini adalah versi Jekyll yang selama ini Darren sembunyikan dari dirinya. Versi Jekyll yang nggak takut untuk mencium pipinya seperti tadi. Membuat hidungnya sekilas menghirup aroma mint dari mulut cowok itu." (Hal. 400) Di novelnya Om Stevenson, Dr. Jekyll itu adalah seorang warga Inggris terhormat yang punya reputasi sangat baik di masyarakat, sedangkan Mr. Hyde adalah sebaliknya, orang buruk rupa baik fisik maupun hatinya, dan seburuk-buruknya umat manusia. Kata-kata Jekyll dan Hyde memang umum digunakan untuk menunjukkan betapa berlawanannya sifat seseorang, bagai dua sisi mata uang yang meskipun saling menyatu tapi sangat berbeda. Jekyll itu menggambarkan hal baik, dan Hyde adalah yang buruk. Jadi, harusnya itu versi Hyde bukan versi Jekyll. Oh iya, kalau menurut saya sih sinetron itu ya bagian dari serial tv. Jadi ya, serial tv Amrik atau Inggris yang bagus-bagus itu ya semuanya bisa disebut sinetron. Apalagi kalau kita merujuk pada definisinya, yaitu sinema elektronik. P.S. makasih buat Ren yang udah minjemin bukunya. Maap ya kalo lama... >,<

  2. 5 out of 5

    Christian

    Akhirnya, bisa dengan malu-malu bangga bilang: YAY! Setelah Jo, Jet, Jere... temen-temen bisa kenalan dengan J yang baru: JANDRO. Enjoy while it's hot, Baby. x, CHRISTIAN SIMAMORA

  3. 4 out of 5

    Daniel

    Christian Simamora All You Can Eat GagasMedia 472 halaman 2.7 Saya ini bukan orang jahat dalam ngasih rating buku. Dulu, iya. Tapi sekarang enggak. Enggak terlalu lah wkwk. Jadi, ketika dalam waktu dekat saya memberi rating satu bintang untuk dua buku lokal, saya jadi bertanya-tanya. Apakah ini it's not you, it's me atau sesuai dengan judul album Lily Allen, it's not me, it's you? Ini sepertinya buku pertama Simamora yang saya baca. Dan, jujur saja, untuk ukuran penulis sekaliber Bang Simamora, saya b Christian Simamora All You Can Eat GagasMedia 472 halaman 2.7 Saya ini bukan orang jahat dalam ngasih rating buku. Dulu, iya. Tapi sekarang enggak. Enggak terlalu lah wkwk. Jadi, ketika dalam waktu dekat saya memberi rating satu bintang untuk dua buku lokal, saya jadi bertanya-tanya. Apakah ini it's not you, it's me atau sesuai dengan judul album Lily Allen, it's not me, it's you? Ini sepertinya buku pertama Simamora yang saya baca. Dan, jujur saja, untuk ukuran penulis sekaliber Bang Simamora, saya berharap tulisannya agak lebih, well, civilized. Membaca All You Can Eat ini terasa kurang nyaman buat saya, terutama untuk celetukan-celetukan liar yang tidak terlalu penting, dan emoticon yang ada justru malah membuat All You Can Eat ini terasa kayak bercanda. I mean, saya bukan tipe orang yang demen bacaan-bacaan serius macam Kurt Vonnegut atau Isaac Asimov atau Bronte Bersaudari. Heck, saya suka banget dengan Meg Cabot, yang gaya narasinya juga sama-sama ngalor ngidul macam All You Can Eat ini, tetapi Cabot terasa masih sedikit terkontrol daripada narasi di All You Can Eat. Dan, saya belum menyinggung soal adegan nakalnya. Yang bikin saya jadi enggak nyaman jilid dua. Saya enggak pernah menyangka bahwa, yah, lelaki pun bisa dijadikan objek. Deskripsi-deskripsi soal anatomi lelaki--dan perempuannya juga--bikin saya merinding karena terlalu eksplisit. Saya enggak pernah berkeberatan dengan adegan panas, tapi rasanya setiap dua halaman sekali saya kayak membaca Sarah yang pengen meremas testikel (((testikel)) Jandro, atau Jandro yang ingin menyentuh pantat Sarah, lama-lama juga capek. Akhirnya saya jahat. Di tengah-tengah buku, saya mulai skip bacanya. Terus manggut-manggut. "Hoo, jadi begitu." Karakter-karakternya terasa satu dimensi dan stereotipikal dan rasanya, mengamini reviewer lain, buku ini terlalu panjang untuk konflik yang sebenernya cukup simpel. Dan meminjam kata-kata Bang Simamora, buku ini terasa "menjual mimpi" Bukan bacaan yang menghibur buat saya. Mungkin juga bukan selera saya. Mungkin saya yang masih terlalu lugu. #kedip Membaca buku ini sejujurnya mengingatkan saya akan suatu ilustrasi yang sempat populer dulu. Akhir kata:

  4. 4 out of 5

    Ratna

    Mau baca Harlequin versi Indonesia? Baca AYCE aja.... Sebenarnya ceritanya cukup menarik, hanya aja rasanya agak kurang sreg dengan cara penulisan Christian Simamora. Tokoh-tokoh pada novel ini bisa dikategorikan sebagai dewasa muda, jadi agak aneh aja kalau cara bicara mereka masih seperti ABG. Contoh : puh-leeze, sowwy, dll. Anehnya lagi, hampir semua tokoh ini mempunyai cara bicara yang sama, sehingga agak sulit membedakan siapa yang sedang bicara. Selain itu, sepanjang membaca novel ini yang Mau baca Harlequin versi Indonesia? Baca AYCE aja.... Sebenarnya ceritanya cukup menarik, hanya aja rasanya agak kurang sreg dengan cara penulisan Christian Simamora. Tokoh-tokoh pada novel ini bisa dikategorikan sebagai dewasa muda, jadi agak aneh aja kalau cara bicara mereka masih seperti ABG. Contoh : puh-leeze, sowwy, dll. Anehnya lagi, hampir semua tokoh ini mempunyai cara bicara yang sama, sehingga agak sulit membedakan siapa yang sedang bicara. Selain itu, sepanjang membaca novel ini yang terasa dominan adalah penggambaran mengenai penampilan fisik dan adegan erotis di antara kedua tokoh utama. Penggambaran perasaan para tokoh terhadap masalah yang dihadapi malah terasa kurang greget-nya. Pada beberapa bagian, kalimat-kalimatnya juga terasa "njelimet" sehingga perlu dibaca ulang untuk bisa mengerti maksudnya. Di akhir-akhir, saya sudah tidak membaca detail setiap kalimat, tapi langsung menarik intinya aja.

  5. 5 out of 5

    Funzee Shu

    Ada yang pernah bilang ke gw kalo bbrp faktor penentu seseorang membeli sebuah buku adalah karena : 1. COVER-nya "menjual & eye catching" 2. Judulnya yang "menarik", dan... 3. Sinopsisnya yang membuat "penasaran" Dan bagi gw pribadi - yg notabene pencinta cover -,cover sebuah buku itu menjadi amat sangat penting !! Karena salah satu alesan gw nge-mark sebuah buku kebanyakan based on its cover ! Cover adalah wajah dari sebuah buku, penggambaran awal dari sebuah buku dan poin penting dan terutama buat n Ada yang pernah bilang ke gw kalo bbrp faktor penentu seseorang membeli sebuah buku adalah karena : 1. COVER-nya "menjual & eye catching" 2. Judulnya yang "menarik", dan... 3. Sinopsisnya yang membuat "penasaran" Dan bagi gw pribadi - yg notabene pencinta cover -,cover sebuah buku itu menjadi amat sangat penting !! Karena salah satu alesan gw nge-mark sebuah buku kebanyakan based on its cover ! Cover adalah wajah dari sebuah buku, penggambaran awal dari sebuah buku dan poin penting dan terutama buat narik minta pembeli !! Jujur aja yah, gw belom pernah sekalipun "icep2" bukunya Christian.... Tapi...gw udah tau nama ni author gara2 bbrp temen gw gencar kali ngomongin dia....dan bukunya. Bahkan salah satunya malah sampe bela2in nunjukin gw desain cover awal yg 3 biji itu loh, dan dg semangat '45 nanya pendapat gw ttg yg mana yg okeh.... Waktu itu gw jwb, "Gw suka cover pertama dan ketiga, alesannya, yg pertama kesan "nakal"nya dapet banget - dan gw suka cover yg "nakal2" - ehm, dan gw suka cover yg ketiga - yg akhirnya terpilih iniiiiii loh !!! - karena kesannya "elegan" dan strong, ga kek buku lokal, nginternasional sangat lah !!!! Gw suka krn pd akhirnya cover inilah yg TERPILIH !! Di tengah buku2 bagus yg terbit dg cover "alakadarnya" - yang sumpah bikin ilfil mendadak mw bacanya, cover buku ini bagaikan "angin segar" di dunia per-cover-an di Indonesia. Dan sebagia penikmat cover buku yg "eye catching" - gw merasa "tersandung" - ehm...."tersanjung" dan "dimanjakan", tengkyuuuhh... *di ucapkan dg penuh desah* Halaaaaah - lebay lo fuuuuuun !!!! Wkkkwwwkwkwk..... Kalaulah ada istilah... 30% penjualan terjadi di cover 30% pada sinopsis cerita dan 40% pada isi cerita Buku ini telah memenuhi 1 poin penting dari 3 poin di atas, yaitu COVER-nya - meski kalo dilihat-lihat kok jd berasa "DejaVu" ama cover2 buku eng/terj.nya tante Julie James yooow... Upst... :P And NOW you know why I put this book on my TBR list... Wokeh, Chris....gw gambling beli buku lo yg ini yah... Semoga isinya seindah covernya.... *wink*

  6. 5 out of 5

    Maggie Chen

    Dua, ya... Tadinya mau kasih 4,5 dibulatkan 5 loh. Sumpah. 5 karena telah buat aku ketawa 3 kali bahkan sebelum cerita menyentuh halaman 70 Minus 0,5 karena aku ga pernah ngeliat novel dengan bahasa se'nyeleneh' ini dan gak apa sih.. tapi rada hmm juga. Actually who cares? Tapi rasanya ga rela memberikan 5 dengan mudah untuk sekarang ini *halah* 5 akan kusimpan untuk novel yang bener2 mastepiece sampe aku ga bisa komentar apa-apa lagi. So, 4.5 is the highest score untuk sementara Minus 2,5! Karena Dua, ya... Tadinya mau kasih 4,5 dibulatkan 5 loh. Sumpah. 5 karena telah buat aku ketawa 3 kali bahkan sebelum cerita menyentuh halaman 70 Minus 0,5 karena aku ga pernah ngeliat novel dengan bahasa se'nyeleneh' ini dan gak apa sih.. tapi rada hmm juga. Actually who cares? Tapi rasanya ga rela memberikan 5 dengan mudah untuk sekarang ini *halah* 5 akan kusimpan untuk novel yang bener2 mastepiece sampe aku ga bisa komentar apa-apa lagi. So, 4.5 is the highest score untuk sementara Minus 2,5! Karena bagian tengah mengaduk emosiku sampe akhirnya bener-bener kehilangan kesabaran dengan Slutty Sarah dan Jandro. BITCH PLEASE!!!! T________T Sarah! How come you tertarik sama a complete stranger just because he's cute with lesung pipit or apa lah itu? HUHUHUHUHU SHAME ON YOU..... *nangis* Monolog di bagian setengah awal buku diisi dengan pantat dada pantat dada which lama2 bikin jenuh juga. I mean, I know.. bokongnya bulat and bener2 menggoda iman or apa lah you name it. Dadanya bulat or whatsoever, again. you name it. Lalu Sarah, why? Aku sudah berusaha mencintai a character like you yang so slutty dan bahkan ga pake bra ketika serumah dengan seorang cowo. OMG HELLO *nah mulai alaynya gara2 baca novel kak Simamora* LOL Bahasanya fun, seriously, I could imagine Sarah as a real person yang bakal aku temuin dengan mudah di Jakarta. But yah.. Gitu. I hate dikecewakan. Aku bete dengan perkembangan yang tau2 ngebetein karena mereka berdua men-doubt feelings mereka. *sigh* Why?!!!!!!! T______T I don't mind with a slutty character. But with a slutty character plus a plot like this? hell no! I'm so done T_T Aku berharap untuk membaca novel karya kak Simamora yang ga pake slutty character. Please, someone. help. I hate it but i love it too at the same time......

  7. 4 out of 5

    Pauline Destinugrainy

    Sarah baru saja memutuskan pacarnya yang sudah 2 tahu tinggal bersamanya, lantaran pacarnya itu selingkuh dengan instruktur yoga-nya. Atas saran sahabatnya, Anye, Sarah pergi ke Bali untuk berlibur sekalian menyelesaikan pekerjaannya menulis script untuk film terbaru yang digarapnya. Sarah butuh ketengangan, dan sepertinya usul sahabatnya itu menarik juga. Ketika Sarah tiba di villa sahabatnya itu, dia sangat terkejut karena dia menjumpai Jandro, adik sahabatnya, yang pernah “nembak” dia dulu. Ka Sarah baru saja memutuskan pacarnya yang sudah 2 tahu tinggal bersamanya, lantaran pacarnya itu selingkuh dengan instruktur yoga-nya. Atas saran sahabatnya, Anye, Sarah pergi ke Bali untuk berlibur sekalian menyelesaikan pekerjaannya menulis script untuk film terbaru yang digarapnya. Sarah butuh ketengangan, dan sepertinya usul sahabatnya itu menarik juga. Ketika Sarah tiba di villa sahabatnya itu, dia sangat terkejut karena dia menjumpai Jandro, adik sahabatnya, yang pernah “nembak” dia dulu. Kalau dulu Sarah bisa dengan tergas menolak Jandro, saat ini Sarah harus berkali-kali mengingatkan dirinya bahwa Jandro adalah adik sahabatnya. Jandro yang nerd, kutu buku, dan 7 tahun lebih muda darinya, sekarang berubah menjadi sosok pria mapan, hot, dan penuh pesona. Jandro sendiri sedang “mengasingkan diri” setelah memutuskan pacarnya, Nuna, yang lebih memilih tunangannya daripada dirinya. Meski awalnya sempat kikuk, Sarah dan Jandro berusaha saling menyesuaikan diri (dan tentunya menjaga diri agar tidak berbuat hal-hal yang tidak diinginkan). Kondisi mulai berubah ketika Nuna ternyata datang menyusul Jandro ke Bali. Nuna bermohon agar Jandro kembali padanya, tetapi menemui kenyataan bahwa Jandro telah punya pacar baru, yaitu Sarah. Yup, Jandro meminta Sarah berpura-pura menjadi pacarnya demi menghindari Nuna. Sarah yang awalnya menolak akhirnya ikut dalam permainan itu, dan mendapati dirinya sedang bermain api. That’s it? Well… intinya sih begitu. Sarah dan Jandro saling suka satu sama lain, hanya saja Sarah tidak melihat adanya kemungkinan masa depan bersama seorang pria yang lebih muda darinya, apalagi pria itu adik sahabatnya. Dengan bumbu adegan kipas romantis di sana-sini, kisah Sarah dan Jandro berakhir bahagia. No!! Ini bukan spoiler. Akhir kisahnya tertulis dengan tegas di sampul belakang buku ini. BAHAGIA. Ini buku keempat dari Christian Simamora yang saya baca setelah Shit Happens, Pillow Talk, dan With You. Jadi saya sudah ga begitu kaget dengan gaya penulisan Christian yang lugas dan blak-blakan. Saya baru saja sampai di halaman 26, saya harus memastikan bahwa ada label Novel Dewasa di sampulnya. Kenapa? Ya karena ini memang bacaan orang dewasa. Nyaris di setiap bab akan dijumpai deskripsi tubuh pria maupun wanita, adegan romantis, dan kata-kata seperti bit*h dan fu*k. Kalau melihat ide ceritanya memang bukan hal yang baru. Namun, Christian mampu meramu ide ini dengan baik. Hanya saja saya ga begitu sreg dengan kondisi happily ever after untuk semua karakter. Okeylah kalau itu untuk tokoh utama. Tapi bahkan Nuna (tokoh antagonis) dalam novel ini harus dipastikan berakhir dalam kondisi bahagia, sementara Irfan, figuran satunya lagi ga jelas nasibnya. Ternyata novel ini masih ada hubungannya dengan 3 novel sebelumnya dimana semua tokoh pria-nya memiliki nama yang berawalan huruf J. Ada Jo (dari Pillow Talk), Jet (dari Good Fight), Jere (dari With You) dan Jandro (dari All You Can Eat). Di bagian akhir bukunya juga ada kuis #JBoyFriendGue (khusus untuk pembaca wanita) dimana kamu bisa menentukan karakter cowok mana yang kamu ajak nge-date. Truss.. yang menarik lagi, ada bonus paper doll karakter Sarah dan Jandro dalam buku ini. Hihi… jadi ingat masa kecil dulu suka main paper doll.

  8. 5 out of 5

    Rizky

    Kalau benar cinta memang tak ada logika, kenapa itu justru jadi hal yang paling masuk akal terjadi dalam hidup gue? Wow, selalu tersenyum lebar tiap baca novel kak christian, all you can eat masuk salah satu buku yang hanya perlu beberapa jam saja kuselesaikan, karena gak sanggup berhenti bacanya ^^ Seperti novel yang terdahulu, selalu suka dengan gaya menulis kak christian yang mengalir, blak-blakan dan sedikit vulgar, tapi buatku itu ciri khasnya. Kali ini pun kak chris masih mengambil nama toko Kalau benar cinta memang tak ada logika, kenapa itu justru jadi hal yang paling masuk akal terjadi dalam hidup gue? Wow, selalu tersenyum lebar tiap baca novel kak christian, all you can eat masuk salah satu buku yang hanya perlu beberapa jam saja kuselesaikan, karena gak sanggup berhenti bacanya ^^ Seperti novel yang terdahulu, selalu suka dengan gaya menulis kak christian yang mengalir, blak-blakan dan sedikit vulgar, tapi buatku itu ciri khasnya. Kali ini pun kak chris masih mengambil nama tokohnya dengan inisialnya "J" lagi. Dan selalu tokoh cowoknya itu too good to be true banget..... Novel ini tentang Sarah yang patah hati karena diselingkuhin pacarnya, akhirnya sesuai saran sahabatnya Anye, memutuskan untuk sejenak berlibur di ubud, bali. Untuk bisa mengobati patah hatinya sekaligus menyelesaikan kerjaannya sebagai penulis skenario. Yang gak pernah diduga oleh Sarah, adik Anye yang notabene pernah jatuh cinta dengannya bahkan sempat nembak zaman masih smp dulu, juga menginap di villa yang sama. Ya, Sarah sempat kaget bertemu kembali dengan sosok Jandro yang telah bermetamorfosis menjadi sosok pria dewasa yang begitu tampan dan mempesona, yang membuat Sarah panas dingin karena menginginkan lebih. Jandro pun sama saja, kenyataan bertemu Sarah lagi membangkitkan rasa cintanya kembali, ternyata cinta pertama tak pernah padam. Dua orang yang berbeda jenis kelamin, pernah terikat dimasa lalu, tinggal bersama di tempat yang romantis dan sama-sama sedang patah hati, serasa kebetulan ketika mereka perlahan menyadari bahwa mereka saling tertarik, tidak hanya fisik tapi juga hati. Tapi, perbedaan usia yang cukup jauh, 7 tahun dan status Jandro sebagai adik sahabatnya membuat mereka dipersimpangan, dan Sarah memilih menghindar dan menyangkal rasanya kepada Jandro. Akan seperti apakah kisah cinta berbeda usia ini? Walau sejak awal kita pasti bisa menebak arah cerita ini, tapi aku tetap suka, novel setebal hampir 500 halaman ini sama sekali tidak membosankan, apalagi dengan tokoh Jandro yang susah buat ditolak, brondong manis gitu looooo..... nice story, dan akan selalu menunggu novel ke-11nya kak christian. Apa nanti akan ada lanjutan J Boyfriend lagi? oiya, buat kuisnya aku Jo's Crush dunk #JBoyfriendGue =)

  9. 4 out of 5

    Sabrina Zee

    Ada satu hal yang membuat saya terus mengikuti karya Christian Simamora: cowok-cowoknya yang berhuruf depan "J". Sejak dulu saya memang penggemar cowok berinisial "J", semua teman saya tahu itu dan suka teasing saya soal keanehan itu. Haha... Jadi sewaktu penulis bilang seri bukunya bernama Jboyfriend, saya seperti terpanggil. Kok bisa ya dia punya selera sama dengan saya? Nama cowok berinisial "J" itu kan terkesan ganteng dan keren. Tapi jujur, saya tidak terlalu suka gaya bercerita penulis satu Ada satu hal yang membuat saya terus mengikuti karya Christian Simamora: cowok-cowoknya yang berhuruf depan "J". Sejak dulu saya memang penggemar cowok berinisial "J", semua teman saya tahu itu dan suka teasing saya soal keanehan itu. Haha... Jadi sewaktu penulis bilang seri bukunya bernama Jboyfriend, saya seperti terpanggil. Kok bisa ya dia punya selera sama dengan saya? Nama cowok berinisial "J" itu kan terkesan ganteng dan keren. Tapi jujur, saya tidak terlalu suka gaya bercerita penulis satu ini. Unik, tapi bukan selera saya. Saya juga tidak begitu suka konsep cinta yang sebenarnya nafsu belaka. Setiap kali Sarah melihat Jandro, di otaknya cuma ada soal tubuh Jandro yang seksi atau bagian tubuh mana yang ingin dia sentuh. Jandro juga sama. Saya sih tidak buta. Banyak kok cewek yang memang melihat cowok dengan pandangan seperti itu. Tapi ini kan novel. Saya boleh dong idealis sedikit. Menurut saya, hal-hal seperti itu terkesan merendahkan. Superficial. Saya sih terhina kalau cuma disukai dari sisi penampilan saja. My biggest pride is my brain. Saya paling suka cerita romance yang menunjukkan banyak percakapan antara kedua tokoh utamanya, di mana mereka berdebat serta berdiskusi mengeluarkan pendapat mereka. Dan lalu mereka saling suka. Saya suka tokoh Jandro. Saya selalu suka cowok yang suka baca dan seorang geek. Dia juga tulus dan sayang banget ke Sarah. Sedangkan Sarah... Dia sih tidak semenyebalkan Em di Pillow Talk. Sarah cukup pintar dan saya mengerti ketakutannya berpacaran dengan cowok yang jauh lebih muda. Tapi dia agak terlalu kejam ke Jandro. Dan... Adegan-adegan di buku ini tidak mencengangkan atau mendebarkan. Cenderung datar. Padahal seharusnya kan hot atau apalah karena ada adegan ranjangnya yang sangat eksplisit untuk ukuran novel Indonesia. Terus plot nenek Jandro yang meninggal juga cuma pengisi tidak penting. Yah, intinya sih. Buku Christian Simamora hanya dibaca kalau saya lagi nggak mau mikir. Isinya terlalu fana, walau nggak separah Ika Natassa. http://sabrinazheng.blogspot.co.id/20...

  10. 5 out of 5

    Caca Venthine

    Setelah sekian lama menunggu akhirnya AYCE ini terbit jg.. Yang belum punya bisa order di @bukabuku special dapet TTD kak Chris juga *malah promosi* ._. Oke,sebelumnya gue kan paling gak bisa ya review buku gitu,jadi apa adanya deh ya gue tulis. Gue kasih 5 bintang buat nih buku,huanjiirrrr kerennya. Kalo kata orang muslim mah subhanaalaahh gitu.. Untuk covernya juga yang *uhuk* unyu banget,eerr sebenernya bukan unyu ya *ya you know what I mean lah ya* Ceritanya sih tentang cowo yang jatuh cintron Setelah sekian lama menunggu akhirnya AYCE ini terbit jg.. Yang belum punya bisa order di @bukabuku special dapet TTD kak Chris juga *malah promosi* ._. Oke,sebelumnya gue kan paling gak bisa ya review buku gitu,jadi apa adanya deh ya gue tulis. Gue kasih 5 bintang buat nih buku,huanjiirrrr kerennya. Kalo kata orang muslim mah subhanaalaahh gitu.. Untuk covernya juga yang *uhuk* unyu banget,eerr sebenernya bukan unyu ya *ya you know what I mean lah ya* Ceritanya sih tentang cowo yang jatuh cintrong sama sahabat kakaknya sendiri dan beda umur 7 tahun. Iya brondong gitu.. Klise?? Memang.. Eiittt TAPI…kak Chris ini pinter bikin inti cerita ini gk jadi klise lagi. Bumbu-bumbu yang dikasih di dalam novel ini pun keren gitu,bikin ceritanya jadi istimewaaaa.. Jandro yang berumur 23tahun nembak sahabat kakaknya yang 7 tahun lebih tua dri dia. Pas awal nembak langsung ditolak,nembak ke2 kalinya ditolak juga.. Sampe akhirnya luluh juga si Sarah ini. Eitt tapi gk semudah gitu ya,banyak konflik sana sini yang bikin cerita ini tambah keren dan seru banget dibacanya. Kata-kata yang dipakai pun memang bahasa sehari-hari. Jadi jangan heran kalo nanti lu nemuin adegan yang “iihh ini gue bangeett,iih kok sama gitu sihh” Karena memang di dalam cerita ini banyak banget adegan yang REAL!! Gue aje sampe gedeg-gedeg kaki.. Eh eh tapi banyak gitu adegan dewasanya,yang bisa dibilang terlalu vulgar =)) Jadi kalo lo belum umur 21tahun keatas jangan baca ini deh,tapi kalo penasaran ya terserah deh ah.. Tapi emang nyesel lo pada kalo gk beli and baca nih novel. Kikikikikk.. Sampe sekarang masih kepikiran sama Jandro yang sexy aduhai gitu. Huanjiirr kak Chris pinter gitu bikin sosok Jandro seperfect ini. Kalo gini caranya sih bisa move on dari sosok Troy Mardian (Love,Hate and Hocus Pocus #Metropop) gueehh ._. Hhhmmm *bingung mau nulis apaan lagi* Jadi ya begitulah ya review saya tentang novel ini *padahal banyak melancongnya* Jarang-jarang gitu ngetik sampe banyak gini ya ^^ Moga aja untuk selanjutnya kak Chris bisa bikin sosok Mr. J yang lain seperti yang udah-udah *gk sabar* ^^

  11. 5 out of 5

    Tata

    This was my first Christian Simamora's book. Many people gave Simamora's books high ratings and praises, and that successfully aroused my curiosity. The result, 8-hours reading non-stop in the middle of the night. *grinning* In my opinion, the plot wasn't extraordinary. Simple conflict and story. But Simamora succeeded in bringing the story enjoyable by creating witty and funny conversation amongst the characters, especially between the hero and heroine. Jandro and Sarah. Jandro? I love love love This was my first Christian Simamora's book. Many people gave Simamora's books high ratings and praises, and that successfully aroused my curiosity. The result, 8-hours reading non-stop in the middle of the night. *grinning* In my opinion, the plot wasn't extraordinary. Simple conflict and story. But Simamora succeeded in bringing the story enjoyable by creating witty and funny conversation amongst the characters, especially between the hero and heroine. Jandro and Sarah. Jandro? I love love love him a bunch... Sarah? Not too much. I'm not fond of Sarah because she hurt Jandro too often. This brought the most unlikable part of the story, the on-off relationship. Does age difference really matter in a relationship? I don't think so. Overall, I found the story alluring. And I can't wait to read the other Xtian Simamora's books. Next, Good Fight :)

  12. 4 out of 5

    Molly Simanjuntak

    Buku pertama CS yang dibeli karena covernya yang eye-catching sangat. sudah ga ingat betul isi nya karena sudah lama belinya dan baru d review tahun 2015. novel dewasa dengan nuansa cheesy romantis dan nyeleneh untuk percintaan dengan berondong (bahasa kekinian). *jadi inget paperdoll nya kok udah ilang yaa ...

  13. 5 out of 5

    Dhamala Shobita

    Suka buku ini karena. Well, bisa dibilang covernya menarik. Penuturannya lucu tapi agak frontal dan ceritanya tentang cinta pertama itu mengundang rasa penasaran saat pertama kali lihat. Yang masih saya bingung sampai sekarang adalah perihal judul. Kenapa judulnya All You Can Eat? hehe ^^

  14. 4 out of 5

    Sapta Resita

    whoops! saya baca ini selama 1 bulan wakaka. selain reading slump, karakter sarah si tokoh utama cukup buat mood saya berantakan untuk lanjut. ide ceritanya sederhana. saya oke-oke aja ngikutin perkembangan sarah-jandro sampaiii si sarah ini jadi cewek yang bikin saya kesel dengan sikapnya! apa sih, ya, plin plan gitu! dia suka, tapi dia nolak. tapi dia marah pas dia nggak diperhatiin lagi. LIKE HOW CAN YOU BE SO ANNOYING, SARAH? karena jandro ini rasa-rasanya udah bertekuk lutut banget, keputusan whoops! saya baca ini selama 1 bulan wakaka. selain reading slump, karakter sarah si tokoh utama cukup buat mood saya berantakan untuk lanjut. ide ceritanya sederhana. saya oke-oke aja ngikutin perkembangan sarah-jandro sampaiii si sarah ini jadi cewek yang bikin saya kesel dengan sikapnya! apa sih, ya, plin plan gitu! dia suka, tapi dia nolak. tapi dia marah pas dia nggak diperhatiin lagi. LIKE HOW CAN YOU BE SO ANNOYING, SARAH? karena jandro ini rasa-rasanya udah bertekuk lutut banget, keputusan bener-bener ada di sarah. dan, yah, sarah lagi bingung. tau. but, she's still that annoying for me.

  15. 5 out of 5

    Hayati

    "Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki." Karna kalimat di atas aku tertarik untuk baca All You Can Eat dan ini adalah karya pertama mas Christian yang aku baca. Hmmm, waktu pas buka novelnya langsung di sambut dengan paperdoll jandro & sarah, always yah gagas selalu bisa mengemas novel dengan unik *2jempol* selain paperdoll juga di sambut dengan kalimat pembuka potongan cerita di novel ini. Kayak bagian untuk berkenalan sama tokoh di novel ini d "Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki." Karna kalimat di atas aku tertarik untuk baca All You Can Eat dan ini adalah karya pertama mas Christian yang aku baca. Hmmm, waktu pas buka novelnya langsung di sambut dengan paperdoll jandro & sarah, always yah gagas selalu bisa mengemas novel dengan unik *2jempol* selain paperdoll juga di sambut dengan kalimat pembuka potongan cerita di novel ini. Kayak bagian untuk berkenalan sama tokoh di novel ini dan aku setuju dengan kalimat That man is just to good to be true. just too delicious to resist. bisa di katakan sosok Jandro itu perfect yah nggak ada cacatnya but it's okay kan ini novel jadi gada masalah dong kan? Untuk segi cerita, JUJUR SEJUJURNYA entah kenapa aku SELALU DAN SELALU SUKA sama kisah cinta BERONDONG. Iyaa, kasih aja cerita yang kisah cintanya sama brondong pasti suka gatau kenapah (-____-) *abaikan* oke tema ceritanya udah pasti aku suka, jalan ceritanya ini astaga di tarik-ulur mulu si Jandro kasian :(( gemes sendiri waktu bacanya. Untuk penulisan, aku sukaaaa banget sama penulisannya Mas Christian *eh ini gapapa di panggil mas kan?* yang asik, blak2an pokoknya suka!! Terakhir,suka pake BANGET sama ENDINGNYA!!! Jandro i'm adore u!!! Bahagia itu seperti detak jantung, seperti udara sejuk yang berembus mempermainkan riak-riak rambutmu. Dia selalu ada, selalu bisa kamu rasakan. Yang perlu kamu lakukan adalah berhenti menyangkalnya. Terima saja dia dengan tangan terbuka, dengan lapang dada. Bahagia pun akan betah tinggal di dalam hidupmu untuk waktu yang cukup lama. Bisa dalam wujud sederhana seperti sebuah senyuman. Atau bisa juga dalam wujud seseorang yang berjanji akan selalu berada di sisimu selamanya.

  16. 5 out of 5

    Ryan

    another chick flick by Christian Simamora. awalnya sih penasaran setelah baca beberapa review. and here's what i thought. cerita yang terbilang klise melibatkan 'cinta terlarang' antara cewe early 30's dan adik cowok sahabatnya yang tujuh tahun lebih muda. aku sih ga ngerasa ada satu masalah besar dengan itu, mungkin sang penulis sudah lebih dulu survey ke beberapa cewek dan mereka ngerasa kalo percintaan cewek dg cowok yan lebih muda itu nggak pantes atau tabu, terlebih adik dari sahabatnya sen another chick flick by Christian Simamora. awalnya sih penasaran setelah baca beberapa review. and here's what i thought. cerita yang terbilang klise melibatkan 'cinta terlarang' antara cewe early 30's dan adik cowok sahabatnya yang tujuh tahun lebih muda. aku sih ga ngerasa ada satu masalah besar dengan itu, mungkin sang penulis sudah lebih dulu survey ke beberapa cewek dan mereka ngerasa kalo percintaan cewek dg cowok yan lebih muda itu nggak pantes atau tabu, terlebih adik dari sahabatnya sendiri. penulis sepertinya have done a lot of research in terms of entertainment, dengan banyaknya quotes dari film dan serial tv, berbagai macam karakter tokoh serial. selain itu, di buku ini juga bertabur berbagai istilah fashion yang super asing buat orang awam, juga nama-nama pengarang yang juga cuma akrab untuk orang tertentu aja. clearly, buku ini segmented, mengambil ceruk lebih dalam dari kebanyakan buku dengan tema sejenis (drama romance / metropop). istilah kaya' "puh-leez" yang hanya familier di kalangan kaum muda urban juga cukup sering disebutkan. oh ya, satu lagi. kenapa kebanyakan tokoh utama dalam novel drama romance metropop kaya' gini punya fisik yang oke dan karir yang mapan. belum pernah tuh baca novel dengan tokoh utama pegawai negeri atau serabutan. :p

  17. 5 out of 5

    Victoria

    Bela-belain begadang semalaman -karena mulainya aja udah malem- demi menyelesaikan novel ini dan ternyata ga bikin saya nyesal sama sekali. :) Walaupun sang penulis udah ngasih peringatan sejak awal di back cover bahwa AYCE ini happy ending, tapi ga bisa saya pungkiri saya tetap dibuat sangat penasaran sama ceritanya. Banyak banget tarik ulur-tarik ulur antara Sarah dan Jandro yang mana terkadang bikin saya gemes sama Sarah, rasanya pengen mengguncang-guncang bahunya supaya 'otak'nya bisa berfungs Bela-belain begadang semalaman -karena mulainya aja udah malem- demi menyelesaikan novel ini dan ternyata ga bikin saya nyesal sama sekali. :) Walaupun sang penulis udah ngasih peringatan sejak awal di back cover bahwa AYCE ini happy ending, tapi ga bisa saya pungkiri saya tetap dibuat sangat penasaran sama ceritanya. Banyak banget tarik ulur-tarik ulur antara Sarah dan Jandro yang mana terkadang bikin saya gemes sama Sarah, rasanya pengen mengguncang-guncang bahunya supaya 'otak'nya bisa berfungsi dengan baik, bikin saya pengen nyulik Jandro buat jadi simpanan(?) pribadi (jarang banget bisa nemuin cowok yang bisa sesetia Jandro dalam mencintai seseorang; sejak SMP udah suka sama cewek yang sama namun ditolak mentah-mentah saat dia menyatakan perasaannya -karena dia tidak memenuhi kriteria si cewek-, setelah dewasa bertemu lagi, menyatakan perasaannya lagi & ditolak berkali-kali tapi masih tetap setia menunggu & berharap -tanpa memaksa-) Thanks Bang Christian Simamora karena udah 'nunjukin' lewat Jandro bahwa ternyata ada juga cowok diluaran sana yang bisa setia banget sama cinta pertamanya. :)

  18. 4 out of 5

    Anindita Orasaputri

    So ini adalah pertama kalinya gue baca novel dari Christian Simamora. Waktu awal baca ceritanya, I'm quite liking the characteristic of Sarah. Dan as usual, main role do always have a BFF yang judes tapi aslinya sayang banget dengan sahabatnya named Anye. And the BFF have a used-to-be-nerd brother now turning to a hot madness man named Jandro, who loved Sarah for years. Hmm... personally, gue agak kurang suka sih dengan gaya bicara dari semua karakter itu. Apa ya, terlalu banyak bahasa gaul tapi ce So ini adalah pertama kalinya gue baca novel dari Christian Simamora. Waktu awal baca ceritanya, I'm quite liking the characteristic of Sarah. Dan as usual, main role do always have a BFF yang judes tapi aslinya sayang banget dengan sahabatnya named Anye. And the BFF have a used-to-be-nerd brother now turning to a hot madness man named Jandro, who loved Sarah for years. Hmm... personally, gue agak kurang suka sih dengan gaya bicara dari semua karakter itu. Apa ya, terlalu banyak bahasa gaul tapi cenderung ke.. ya you know.. like 'puhleezz'. Maaf, gue keburu agak ilfil bacanya sih. Dan membayangkan seorang Jandro ngomong gitu? Dan agak sering? Ya ngedrop juga sih rasa tertarik gue. Gue juga agak bosen bacanya di tengah-tengah, sampe I decided to take a break reading it for couple days. So, I guess my rating quite explaining my review too, no?

  19. 5 out of 5

    Reviewsbythegeek

    Sarah, broken-hearted after a bad breakup with a cheating s.o.b. of a boyfriend, escapes to her BFF's villa in Ubud. There she meets her BFF's baby brother who's turned from a Clark Kent into a Superman. Lust speaks, first love sparks again. Throw in a vicious ex in the mix, an interested good guy, a best friend whose opinion you hold with high regards who's also the sister of the guy you're lusting over, and your age issues regarding relationship, you've got some interesting tangles to, uh, well Sarah, broken-hearted after a bad breakup with a cheating s.o.b. of a boyfriend, escapes to her BFF's villa in Ubud. There she meets her BFF's baby brother who's turned from a Clark Kent into a Superman. Lust speaks, first love sparks again. Throw in a vicious ex in the mix, an interested good guy, a best friend whose opinion you hold with high regards who's also the sister of the guy you're lusting over, and your age issues regarding relationship, you've got some interesting tangles to, uh, well... untangle. It was a fun read. I love it when the characters are equally matter-of-fact sparring partners. Emotions make a good narrative, but great lines and clever comebacks make an even better one. Baca review selengkapnya: http://wp.me/p330Rx-cX

  20. 4 out of 5

    Yuli Pritania

    Just say it's my personal taste to give this novel 4 stars, but maybe... if you have the same-way-of-thinking with me you will know why I rated this book with the highest number of stars. First, the cover is really eye-catching. Oh God, the man with body-fit suit is really something, remind me with the cover of Fifty Shades of Grey *out of topic* But I love the cover so much. Can I give five stars too just for the cover? The dialogs are cheesy sometimes, especially at the ending. I hate standing-o Just say it's my personal taste to give this novel 4 stars, but maybe... if you have the same-way-of-thinking with me you will know why I rated this book with the highest number of stars. First, the cover is really eye-catching. Oh God, the man with body-fit suit is really something, remind me with the cover of Fifty Shades of Grey *out of topic* But I love the cover so much. Can I give five stars too just for the cover? The dialogs are cheesy sometimes, especially at the ending. I hate standing-on-one-knee kind of proposing. It's creepy. So... old-school. I will reject a man with that kind of proposal, but Jandro... yeah... no exception, sorry *slapped* But mostly, this novel is definitely my type, so... every mistake is forgiven.....

  21. 5 out of 5

    Jee Jee

    Saya pengen punya pacar kayak Jandrooooo ahahaha Ada satu point yg bikin mikir,lagi-lagi laki-laki kok gitu sih? Apa emg spesies mereka begitu ya? Part pas si Jandro sm Nuna udahan. Jandro kan minta bisa pengen temenan sm Nuna. Tapi Nuna nggak bisa, ya.. itu sebelum si Nuna sadar sm perasaannya Si Darren. Semua tokoh dapet pasangan, legaaaa. Meskipun di awal-awal sempet sebel bgt sm Nuna but at some parts saya juga ngerasa sedih sama nasibnya dia hahaha. SukAAAa sama part menuju ending pas Jandro Saya pengen punya pacar kayak Jandrooooo ahahaha Ada satu point yg bikin mikir,lagi-lagi laki-laki kok gitu sih? Apa emg spesies mereka begitu ya? Part pas si Jandro sm Nuna udahan. Jandro kan minta bisa pengen temenan sm Nuna. Tapi Nuna nggak bisa, ya.. itu sebelum si Nuna sadar sm perasaannya Si Darren. Semua tokoh dapet pasangan, legaaaa. Meskipun di awal-awal sempet sebel bgt sm Nuna but at some parts saya juga ngerasa sedih sama nasibnya dia hahaha. SukAAAa sama part menuju ending pas Jandro mau ngelamar Sarah. Hahaha *kipaskipas* *LOL*

  22. 4 out of 5

    Fradita

    Pertama nekat beli buku ini karna covernya yang bagus dan classy banget ituuuu. Sekalian mau coba tulisan Christian Simamora yang udah ngeluarkan banyak buku. Eh ternyata bagus loh. Konten ceritanya sih so so (cinta cintaan lah, favoritku seperti biasa :p Novel novel Christian itu 18+ juga ya jadi yang di bawah umur harap maklum), tapi gaya tulisannya enak. Bukunya tebal. Chemistry-nya dapat banget. Jadi makin penasaran sama buku buku Christian yang lain

  23. 4 out of 5

    Dion Sagirang

    3.5 bintang. Dari empat novel Christian Simamora yang saya baca, saya jadi sedikit tahu bahwa pikiran cewek enggak jauh beda sama yang ada di otak cowok. Meski banyak eksplorasi bagian tubuh cowok, tapi cukup tahu ajalah kalau cewek suka mikir gitu kalau liatin cowok topless. Jadi ini review semacam apa? Semacam curhat, gitu?

  24. 4 out of 5

    Anggita Sekar Laranti

    Dengan sedikit terkejut, aku menyadari bahwa aku cukup suka novel ini. Mengingat aku nggak begitu suka novel begini-begini (?). Ceritanya mengalir lancar dan enak dibaca. Oya mungkin aku suka karena banyak bagian romantis-unyu-unyu(?) nya.

  25. 5 out of 5

    Yovano N.

    Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2013/... Sebagai pembaca yang mengaku penggemar berat tulisan Christian Simamora, saya malu banget mengakui bahwa saya telat tahu novel ini sudah terbit. Seminggu setelah novel ini terbit barulah saya ngeh, setelah melihat twitpic temen-temen yang sudah PO duluan. Saking kepingin banget segera memiliki buku ini, saya mengurungkan niat untuk beli online (dengan keuntungan memperoleh tanda tangan penulis), dan justru membelinya di Gramedia. Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2013/... Sebagai pembaca yang mengaku penggemar berat tulisan Christian Simamora, saya malu banget mengakui bahwa saya telat tahu novel ini sudah terbit. Seminggu setelah novel ini terbit barulah saya ngeh, setelah melihat twitpic temen-temen yang sudah PO duluan. Saking kepingin banget segera memiliki buku ini, saya mengurungkan niat untuk beli online (dengan keuntungan memperoleh tanda tangan penulis), dan justru membelinya di Gramedia. Hhh, efek novel ini luar biasa bagi saya. Dalam setengah tahun ini, jarang sekali saya membaca novel yang membuat saya menggelepar bahagia. All You Can Eat adalah salah satu dari yang jarang itu. Tidak seperti penulis lain yang menyimpan rapat-rapat ending novel yang ditulisnya, pengarang novel ini justru dengan tegas menyebutkan bahwa novel ini berakhir bahagia. Penulis juga mengaku ide cerita novel ini tidak orisinil. Kalo hal itu sih saya maklum banget. Lagipula, mengutip quote yang saya baca entah di mana, bunyinya kurang lebih "segala hal yang berada di bawah sinar matahari sudah pernah diceritakan oleh manusia". Setuju nggak? :D Novel yang ditargetkan untuk 'pembaca dewasa' ini berkisah tentang Sarah Kristina (Sarah), seorang scriptwriter, yang baru saja memutuskan pacarnya yang selingkuh dengan instruktur yoga mereka. Agnes Putri Vimana (Anye), sahabat baik Sarah, sukses meyakinkan Sarah untuk mendepak mantannya dari apartemennya, dan membujuk Sarah untuk menyepi di villa keluarga Vimana di Ubud; untuk menenangkan diri sekaligus menyesaikan script film yang tengah Sarah kerjakan. Ketika tiba di villa, Sarah mendapati bahwa bukan hanya dirinya yang ada di sana. Ternyata seorang pria di sana, sosok ber-body hot dalam keadaan tanpa busana. Ternyataaa, orang itu adalah Alejandro Putra Vimana (Jandro), adik Anye yang usianya lebih muda tujuh tahun dari Sarah. Tujuan Jandro ke Villa ini juga mirip-mirip dengan Sarah. Jandro baru saja mengakhiri hubungan dengan Nuna. Status Jandro yang hanya sebagai 'simpanan' Nuna terpaksa harus berakhir sebab Nuna akhirnya dijodohkan oleh laki-laki pilihan orang tua. Pertemuan Sarah dan Jandro membuka kembali kenangan lama di antara mereka. Sarah adalah cinta pertama Jandro. Semasa SMP, Jandro pernah menyatakan cintanya kepada Sarah, tapi kemudian ditolak, sebab selisih usia mereka tepaut cukup jauh. Sarah juga beralasan bahwa Jandro sudah seperti adiknya sendiri. Akan tetapi, hingga kini perasaan Jandro ke Sarah masih belum berubah. Di lain pihak, Sarah mulai merasakan hal yang berbeda kepada cowok itu. Adik Anye yang dulunya berpenampilan nerd kini telah menjelma menjadi pria yang luar biasa menarik. Apalagi Jandro sekarang telah sukses dalam bidang perhotelan. Sepertinya Sarah telah—mengutip istilah dalam novel ini—falls in lust with Jandro. Kehadiran Nuna, mantan kekasih Jandro di Bali menambah drama di antara Jandro dan Sarah. Nuna yang mengaku masih mencintai Jandro membuat Sarah jengkel. Hal tersebut menyadarkan Sarah, bahwa apa yang ia rasakan kepada Jandro tak hanya lust semata. Sarah sadar ia mencintai Jandro, tapi ia ragu apakah Anye akan merestui hubungan mereka, terlebih lagi perbedaan usia tujuh tahun membuat Sarah kehilangan kepercayaan dirinya. Sarah mencoba mengalihkan perasaannya kepada Irvan, pengusaha muda dan tampan asal Jakarta yang sedang berkunjung ke Bali. Mampukah Sarah menghalau perasaannya terhadap Jandro? Bagaimana nasib Jandro yang (apes banget) ditolak dua kali oleh Sarah? Benarkah Nuna rela meninggalkan tunangannya demi Jandro? Lalu apakah Irvan mampu mengambil hati Sarah dan membuat gadis itu melupakan Jandro? Ugh, kayak benang kusut gitu deh jadinya. Baca sendiri ya kisah selengkapnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, novel ini berakhir bahagia. Cuma, jalan menuju ke sana memang dibuat berliku. Meski sudah tahu bahwa novel ini berakhir bahagia, namun saya tetap saja geregetan mengikuti kisah ini. Saya sudah familiar dengan gaya bercerita Christian Simamora yang ceplas-ceplos dan ramai. Saya sudah membaca beberapa buku Christian Simamora di antaranya Coklat Stroberi, Macarin Anjing, Shit Happens, Pillow Talk, Good Fight, dan With You. Gaya bercerita dalam setiap buku Christian merupakan cerminan dari perkembangan kepenulisan beliau (cieeh, sotoy nih ceritanya). Kalau dalam Coklat Stroberi dan Macarin Anjing, gaya berceritanya terlalu meriah, semakin ke belakang, gaya tulisannya semakin matang. Juga, pengarang tampaknya mulai bisa mengerem keinginannya untuk memuntahkan segala hal yang ia ketahui ke dalam tulisan-tulisannya. Sejak menulis novel dewasa, gaya tulisan Christian perlahan mulai berubah (semakin baik tentunya), tanpa meninggalkan ciri khasnya yang ceplas-ceplos dan apa adanya. Dalam All You Can Eat, saya tetap merasakan taste sang pengarang, namun saya tak memungkiri bahwa gaya menulisnya semakin nikmat untuk 'disantap'. Saya nyaris tidak menemukan hal yang bisa saya komplain dalam novel ini. Berhubung kemampuan bahasa Inggris saya tidak hebat-hebat banget, saya tak akan mengomentari bahasa asing yang digunakan sang pengarang. Bahasa yang digunakan pengarang dalam novel ini (juga novel-novelnya yang lain) memang campur aduk. Mulai dari bahasa Indonesia, bahasa pergaulan sehari-hari, bahasa Inggris umum, hingga bahasa Inggris slank. Tapi saya sama sekali tak merasa terganggu dengan bahasa campur aduk tersebut, bahkan sangat menikmatinya. Soal typo, mungkin mata saya yang kurang awas, tapi rasanya saya tidak menemukan typo. Kalaupun ada, pasti sudah terlewatkan karena saya betul-betul enjoy dengan novel ini. Ceritanya sangat mengalir, sampai-sampai saya sengaja berlama-lama membacanya. Saya takut novel 'nikmat' ini akan selesai dibaca dalam waktu singkat. Aneh ya? Hehe. Oh ya, yang saya maksud 'nikmat' di atas adalah gaya bercerita, bukan adegan kipas-nya lho ya. Uhm, bukan berarti saya tidak suka. Saya suka kok. *blush* Dan omong-omong soal adegan kipas, memang sudah disebutkan dengan jelas (di back cover) bahwa ini adalah novel dewasa. Jadi, buat pembaca yang belum 18+ sebaiknya jangan membaca novel ini. Ketahuan Mama bisa gawat lho, hehe. Belum lagi deskripsi tubuh tokoh pria maupun wanita yang sangat blak-blakan. Kalau mau bicara soal kekurangan novel ini, maka saya akan menunjuk Sarah sebagai sang 'tertuduh'. Bila Sarah berusaha menekan perasaannya terhadap Jandro karena cowok itu adalah adik Anye, saya pikir itu adalah hal yang wajar. Tapi kalau alasannya karena perbedaan usia tujuh tahun, saya rasa hal tersebut kurang begitu kuat untuk dijadikan alasan. Apalagi di zaman sekarang, saya lihat orang-orang tidak lagi terlalu mempermasalahkan perbedaan usia, dalam hal ini usia perempuan yang lebih tua jauh dibanding pasangannya. Sekadar info saja, teman seangkatan saya menikah dengan wanita yang usianya 8 tahun di atasnya lho. Reaski orang-orang biasa-biasa saja tuh. Apalagi mereka terlihat serasi saat bersama. Dalam novel ini, penulis sempat menyinggung beberapa hal yang mengingatkan pembaca pada novel-novelnya yang lain. Misalnya Aloe Internasional (Pillow Talk), Mascara (Good Fight), dan Cindy Tan (With You). Para pembaca cewek juga pasti bakalan ngeh, kalau tokoh utama cowok dalam novel ini sama-sama memiliki huruf depan berawalan 'J'. Mulai dari Jo dalam Pillow Talk, Jet dalam Good Fight, Jere dalam With You, dan di novel ini: Jandro. Akhir kata, membaca novel ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Kisah yang manis, gaya bercerita yang membuat betah, serta karakter-karakter yang menarik (saya tidak menyangka akan menyukai Nuna, meski dia adalah tokoh antagonis), dan tentu saja, cover novelnya yang elegan, membuat saya menjadikan novel ini sebagai koleksi kesayangan. 4,5 bintang saya berikan untuk All You Can Eat. PS: Sampai sekarang saya belum nemu hubungan antara judul "All You Can Eat" dengan ceritanya. Meski pengarang sudah menjelaskannya di awal, saya teteup aja merasa nggak connect. Tapi whatever-lah. Saya tetap suka novel ini. :)

  26. 4 out of 5

    Gabriella Halim

    Buku kali ini, bercerita tentang Alejandro Vimana, salah satu #jboyfriend. Dicerita kali ini, Jandro pasangannya sama Sarah, cewek yang diselingkuhin sama pasangannya. Awalnya, Jandro bukanlah pilihan Sarah. Mengingat jarak umur yang bisa dibilang cukup jauh. Alasan lainnya adalah Jandro adalah adik Anye, sahabat Sarah. Namun siapa sangka, pertemuan keduanya di Bali yang akibat sama-sama patah hati malah membuat keduanya makin dekat? Apalagi saat itu Jandro sudah bukan nerd seperti omongan Sarah Buku kali ini, bercerita tentang Alejandro Vimana, salah satu #jboyfriend. Dicerita kali ini, Jandro pasangannya sama Sarah, cewek yang diselingkuhin sama pasangannya. Awalnya, Jandro bukanlah pilihan Sarah. Mengingat jarak umur yang bisa dibilang cukup jauh. Alasan lainnya adalah Jandro adalah adik Anye, sahabat Sarah. Namun siapa sangka, pertemuan keduanya di Bali yang akibat sama-sama patah hati malah membuat keduanya makin dekat? Apalagi saat itu Jandro sudah bukan nerd seperti omongan Sarah saat Jandro menembaknya dulu. Iya, dulu banget, pas Jandro masih SMP. Hihihi.. Sebenernya, tujuan Sarah ke Bali dan nginep di Vila Vimana buat refreshing, sekaligus nyelesaiin skrip buat trilogi filmnya. Tapi yang terjadi malah dia ketemu sama Jandro dalam keadaan, ngg, tidak mengenakkan. Soalnya pas itu Jandro habis mandi dan lupa bawa bajunya! Ommo! Setelah kejadian itu, mereka berdua malah saling cerita alasan mereka kesana. Sampe dititik tertentu, Sarah akhirnya bilang suka sama Jandro. Tapi hal ini nggak berlangsung lama. Soalnya Sarah mulai goyah lagi imannya. Gimana kelanjutannya? Baca sendiri weh, daripada ntar gue dibilang spoiler. Hahahah..

  27. 4 out of 5

    ayunritaretnani

    Jandro. Another #JboyFriend dari Babang. Seperti novel Babang lainya. Sentuhan kemewahan selalu muncul di buku ini. Bahkan tak lupa, otot-otot atletis juga ada di JboyFriend yang ini.. Buat aku yang punya selera cowok tua, cerita ini sedikit menghiburku, karena kebayangnya pacaran sama brondong selisih 6 tahun. Yang which is pas gw kuliah pacaran sama anak SMP. But so far, gw suka novel ini karena Babang membungkus adegan panas lebih smooth. Tapi tetep. I Love this book, kadang baca background co Jandro. Another #JboyFriend dari Babang. Seperti novel Babang lainya. Sentuhan kemewahan selalu muncul di buku ini. Bahkan tak lupa, otot-otot atletis juga ada di JboyFriend yang ini.. Buat aku yang punya selera cowok tua, cerita ini sedikit menghiburku, karena kebayangnya pacaran sama brondong selisih 6 tahun. Yang which is pas gw kuliah pacaran sama anak SMP. But so far, gw suka novel ini karena Babang membungkus adegan panas lebih smooth. Tapi tetep. I Love this book, kadang baca background cover belakang itu beda jauh sama bukunya...

  28. 5 out of 5

    Dedul Faithful

    Well, novel pertama yang finish dibaca tahun 2019. Padahal novel lama yang terbit tahun 2013. Ceritanya oke banget. Emang sih mainstream dan banyak drama konyolnya. Tapi, ini salah satu novel Chrismor terbaik menurutku. Soalnya hampir semua karakternya loveable kecuali tentu aja ex-nya Sarah. Bisa dibilang salah satu novel Christmor yang enggak banyak printilan high classnya. It's very recommended to read. Pokoknya pengalaman menarik aja baca novel ini. Dan sejauh ini Jandro itu karakter Jboyfri Well, novel pertama yang finish dibaca tahun 2019. Padahal novel lama yang terbit tahun 2013. Ceritanya oke banget. Emang sih mainstream dan banyak drama konyolnya. Tapi, ini salah satu novel Chrismor terbaik menurutku. Soalnya hampir semua karakternya loveable kecuali tentu aja ex-nya Sarah. Bisa dibilang salah satu novel Christmor yang enggak banyak printilan high classnya. It's very recommended to read. Pokoknya pengalaman menarik aja baca novel ini. Dan sejauh ini Jandro itu karakter Jboyfriends yang paling manusiawi sih...

  29. 4 out of 5

    Yayan Fariasih

    All you can eat by Christian Simamora Bila cinta harus berpisah pasti karena cinta itu sedang menanti. Apa yang kusuka dari novelnya bang CS ini? Happy ending yess sesimple itu. Walaupun dia tetep bikin kisah ngga sesimple nyeduh kopi sachetan, tetap ada harap yamg menyenangkan yee kan? Akutu gabisa ketemu yang ruwet ruwet, karena behind the scene nya akutuh udah ruwet banget. Novel ini soal age gap, friendship, dan first love... ruwet amatan kan ? Baca deh

  30. 4 out of 5

    R.G. Widagdo

    Judul : 4/5 Sampul : 5/5 Pembuka : 1/5 Cerita : 1/5 Penceritaan : 1/5 Bahasa : 1/5 Penutup : 1/5 Layout : 3/5 Blurb : 2/5 TOTAL : 2,1/5 *Rekomendasi : 1/5

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.