free hit counter code After School Horror - GoBooks - Download Free Book
Ads Banner
Hot Best Seller

After School Horror

Availability: Ready to download

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos, tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi. Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi, percuma... Aku terjatuh dan kepalaku t Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos, tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi. Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi, percuma... Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku... Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah mengembuskan napas terakhir di perjalanan? *** Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu--di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi berbagai cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu..., yang penuh teror...


Compare
Ads Banner

Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos, tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi. Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi, percuma... Aku terjatuh dan kepalaku t Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos, tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi. Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi, percuma... Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku... Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah mengembuskan napas terakhir di perjalanan? *** Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu--di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi berbagai cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu..., yang penuh teror...

30 review for After School Horror

  1. 5 out of 5

    Yuska Vonita

    Akhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai. Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^ After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Akhir-akhir ini saya sedang suka baca genre teenlit. Seperti kembali ke masa remaja. Rasanya sudah lama nggak merasakan cinta monyet, seru-seruan pergi bareng teman sekelas, menjahili guru, dan membolos ramai-ramai. Setelah membaca Aku Tahu Kamu Hantu, saya jadi penasaran dengan buku-buku horror karya penulis Indonesia. Saya memang lebih sering membaca novel thriller ketimbang horror, tapi nggak salahnya dicoba. Sekalian uji nyali ^^ After School Horror awalnya saya pikir adalah novel terjemahan. Saya juga teringan ada film asing dengan judul yang sama. Ternyata, buku ini ditulis oleh penulis Indonesia berdasarkan kisah nyata. Ada 8 kisah seram yang terangkum dalam After School Horror. Menurut penulisnya, kisah-kisah ini merupakan pengalaman penulis sendiri dan orang-orang terdekatnya. Ciuman Pertama Dessy, siswa baru di sebuah sekolah menengah, berpura-pura sakit dan beristirahat di UKS. Ternyata, ia mendapat 'penglihatan' tentang kejadian 8 bulan lalu di sekolah tersebut yang melibatkan pembunuhan seorang siswa. Dessy juga mendapat teman misterius bernama Evan dan mereka jatuh cinta. Kisah singkat ini sedikit mengingatkan saya pada novel Aku Tahu Kamu Hantu yang premisnya mirip, hanya minus cerita cintanya saja. Teman Sekamar Rina, mahasiswa baru yang merantau ke Jakarta, tinggal di asrama. Ia merasa senang bisa mandiri dan tinggal jauh dari orangtuanya. Rina menempati kamar A-13, angka yang berkonotasi negatif, berhubungan dengan kesialan. Rina ternyata sekamar dengan gadis bernama Asri. Saat pertama kali bertemu, Rina terkejut dan ketakutan karena entah Asri datang dari mana. Ternyata Asri adalah roommate yang baik. Ia juga sering merapikan kamar. Namun, Rina lama-lama gerah dengan sikap Asri yang agak posesif. Teman Sekamar merupakan salah satu cerita terseram di buku ini. Lumayan bikin merinding. Tapi, ada paragraf yang membuat saya bingung. Asri, teman sekamar Rina, adalah mahasiswi jurusan MIPA semester tiga. Asri teman sekamar yang baik hati. Saat aku harus begadang hingga malam untuk mengerjakan tugas laporan, paper dan sejenisnya, ia mau membantu? Bahkan, untuk urusan menyikat kamar mandi, Asri mengerjakannya sendiri. Ia memaklumi kesibukanku sebagai MABA (mahasiswa baru) yang sudah mulai pra-perkuliahan dua minggu sebelum ia sendiri masuk kuliah. Rina kembali merasa beruntung, sebab Asri yang lebih senior darinya, memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kampus, seperti kantin favorit, spot internet kencang beserta waktunya, jadwal shuttle bus, hingga jadwal kereta. Cerita Teman Sekamar menggunakan POV 3, tapi tiba-tiba jadi POV 1 dan kembali ke POV 3 secara mendadak. Lalu kata paper dan mug (hal. 30) tidak dicetak miring, padahal dua kata tersebut adalah kata-kata dalam bahasa asing. Juga penggunaan tanda tanya tidak tepat. Cerita ini lumayan seram, apalagi saya membacanya di malam hari dan tiba-tiba listrik padam. Terlambat Datang Prita, 24 tahun, adalah staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Surabaya. Bangunan tempat Prita mengajar adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Seperti cerita horror dalam film mau pun buku, bangunan kuno identik dengan hantu, demikian juga dengan bangunan itu. Konon, ada hantu seram yang terlihat di tangga. Kejadian paling parah adalah ketika suatu hari ada staf pengajar yang sempat dilarikan ke UGD gara-gara melihat hantu seram tersebut. Prita mengalami kejadian aneh dan seram di kelas, hingga ia sadar bahwa ia menemukan petunjuk yang akan menyelamatkan seseorang. Salah satu kisah favorit saya dari buku ini. Makalah Remedial Sophie dan Ninda mengambil jurusan berbeda di kampus, namun keduanya berteman akbrab dan tinggal di rumah kost yang sama. Suatu sore, Ninda meminta Sophie untuk menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut terletak dekat dengan taman dengan pohon-pohon besar dan rindang. Konon, di antara pohon-pohon tersebut sering ada penampakan hantu berbungkus kain putih yang melayang-layang. Sophie dan Ninda bertemu dengan gadis aneh di perpustakaan. Gadis tersebut membantu Ninda mengerjakan tugasnya. Lalu, misteri tentang gadis itu terkuak secara tak sengaja. Masih ditemukan typo, seperti di halaman 62: Selain mudah mencari materi tanpa harus membeli bukunya, perpustakaan juga tempat yang sangat nyaman untuk belajar., dibandingkan kamar kost yang sempit dan penuh barang-barang. Lalu, tiba-tiba di halaman 76 ada tokoh baru bernama Laras. Tanpa perkenalan, tokoh Laras dimunculkan. Sepertinya bab ini belum selesai karena ending-nya menggantung. Penunggu Kamar Kos Jodi baru pindah ke rumah kos daerah Pogung, Yogyakarta. Salah satu teman Jodi melihat ada wanita cantik di kostnya, namun setelah diperiksa, tidak ada peremouan yang tinggal di rumah kost tersebut, karena rumah kost tersebut khusus untuk laki-laki. Jodi mulai mengalami peristiwa aneh. Hawa dingin yang meniup tengkuknya, bau busuk, hingga wujud hantu penghuni kamar kost-nya menampakkan diri. Bukan hanya Jodi yang diganggu oleh makhluk tersebut. Ketika Firman, teman Jodi, datang ke kost Jodi bersama pacarnya, tiba-tiba mereka jadi bertengkar dan suara pacar Firman berubah menjadi serak dan dalam. Playlist Siapa? Dian sangat ketergantungan dengan earphone. Ia mendengarkan lagu setiap saat. Saking gilanya dengan musik, hingga ia tertidur pun earphone itu terus menancap di kupingnya. Karena keasyikan mendengarkan lagu, Dian kesulitan mendengar jika ada yang memanggilnya. Lama-lama, tak ada yang tertarik untuk bergaul dengannya. Suatu hari, Dian pergi ke lab dan tertidur setelah mendengarkan playlist-nya. Tiba-tiba ia terbangun karena ia mendengar lagu jadul yang bukan miliknya. Dian mendapati dirinya berada di sebuah rumah tua. Seorang gadis kecil berpakaian kuno yang mengaku bernama Mimi berbicara padanya melalui pikiran. Kejadian aneh dialami Dian. Ia diseret ke tahun 1961, ke Panti Asuhan Kasih Iboe, tempat Mimi tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya. Cerita ini lumayan bikin penasaran dan berpotensi untuk jadi film horror keren ala The Others jika difilmkan. Sayangnya, ceritanya agak terburu-buru. Yang pasti, untuk sementara waktu saya nggak mau mendengarkan lagu Nobody's Child. Di Gazebo Tengah Malam Kalau yang ini ceritanya sekelompok mahasiswa diganggu oleh hanty iseng di gazebo. Entah kenapa saya ngakak baca cerita ini. Nggak serem sama sekali, malah jadi horror-comedy :D Saya membayangkan Komeng dan Budi Anduk jadi pemerannya. Saat Jantung Berdegup Kencang Dea adalah karyawan yang saat akhir minggu mengambil kuliah. Ada kejadian aneh di kelas. Terdengar suara anak-anak berlarian ketika sedang ada kuliah. Ketika Dea mengecek keluar, tidak ada siapa-siapa di lorong. Kejadian aneh dialami oleh Dea dan temannya, Alya. Gedung tua memang identik dengan kengerian. Lalu, kisah kedua adalah tentang pengalaman Ikhsan di kampusnya. Ia melihat hantu setengah badan yang sudah terkenal di kampusnya. Kisah ketiga adalah pengalaman seram yang dialami Yuna. Lift yang dinaikinya tidak mau berkompromi, dan ia harus melihat hantu di sebuah lantai. Dari semua cerita di buku ini, yang paling tidak saya sukai adalah bab terakhir, karena satu bab dibagi tiga cerita. Terkesan buru-buru banget menulisnya. Overall buku ini cukup menghibur dan bisa dibaca sekali duduk.

  2. 5 out of 5

    Tammy Rahmasari

    Saat saya melihat buku ini dalam daftar buku Bukune Virtual Tour saya tertarik ingin membacanya, dan kebetulan buku ini juga saya pilih. Tapi sayangnya, saya gak kepilih sama Bukune terus saya menemukan buku ini tergeletak bebas di meja Bookswap IRF tahun kemarin. Jadi saya ambil aja sekalian untuk memenuhi rasa penasaran saya :)) Kelemahan saya itu adalah malas baca sinopsisnya. Jadi saya baru tahu bahwa ini adalah buku kumpulan cerita pendek adalah pada saat membacanya. Dari buku yang lumayan ti Saat saya melihat buku ini dalam daftar buku Bukune Virtual Tour saya tertarik ingin membacanya, dan kebetulan buku ini juga saya pilih. Tapi sayangnya, saya gak kepilih sama Bukune terus saya menemukan buku ini tergeletak bebas di meja Bookswap IRF tahun kemarin. Jadi saya ambil aja sekalian untuk memenuhi rasa penasaran saya :)) Kelemahan saya itu adalah malas baca sinopsisnya. Jadi saya baru tahu bahwa ini adalah buku kumpulan cerita pendek adalah pada saat membacanya. Dari buku yang lumayan tipis ini, terdiri dari delapan cerita pendek yaitu, Ciuman Pertama, Teman Sekamar, Terlambat Datang, Makalah Remedial, Penunggu Kamar Kos, Playlist Siapa?, Di Gazebo Tengah Malam, dan Saat Jantung Berdegup Kencang. Saya jelas seorang penakut. Sampai diajak nonton Insidious aja di bioskop harus pakai adegan diseret-seret dan kabur-kaburan. Terus dulu waktu SMP, baca komik misteri juga selalu berakhir mimpi buruk atau seengganya kebayang-bayang gambar seram dalam komik tersebut. Tapi... baca buku ini sama sekali gak bikin saya takut. Gak tahu kenapa, biasa aja gitu. Saya selamat membaca bukunya tanpa harus nengok-nengok ke belakang :v Saya kurang dapat feel-nya saat membaca buku ini. Mungkin karena format tulisan yang disuguhkan itu cerita pendek, sehingga setiap ceritanya berlalu begitu saja. Di samping itu, beberapa penyelesaian ceritanya di akhir itu nanggung dan dipaksakan. Mungkin jika Nana nanti menulis lagi cerita seram, saya sarankan sih menulis satu novel penuh bukan cerita pendek. Secara keseluruhan, buku ini lumayan membuat saya deg-degan karena berpikir saya akan ketakutan saat membacanya. Satu-satunya alasan saya terkejut adalah gambar ilustrasi yang ada di awal setiap ceritanya. Selain itu, buku ini juga cukup mudah dibaca dalam sekali duduk saja karena tidak terlalu tebal.

  3. 4 out of 5

    Acipa

    Aku re-read buku ini sampai 3 kali, tidak... bukan karena nggak ada bahan bacaan lain untuk dibaca, tapi lebih kepada aku harus mengulangnya karena lupa lagi dengan ceritanya yang seperti apa. Biasanya sih terhenti di bagian Makalah Remedial, lalu membaca bacaan lain, berselang waktu... dan kemudian baca ulang, padahal dapat buku ini dari Mbak Yuska @ Lust and Coffee pas awal tahun baru x_x Kalau boleh jujur, entah karena aku yang bukan penakut [faktanya bohong], atau memang ceritanya yang nggak Aku re-read buku ini sampai 3 kali, tidak... bukan karena nggak ada bahan bacaan lain untuk dibaca, tapi lebih kepada aku harus mengulangnya karena lupa lagi dengan ceritanya yang seperti apa. Biasanya sih terhenti di bagian Makalah Remedial, lalu membaca bacaan lain, berselang waktu... dan kemudian baca ulang, padahal dapat buku ini dari Mbak Yuska @ Lust and Coffee pas awal tahun baru x_x Kalau boleh jujur, entah karena aku yang bukan penakut [faktanya bohong], atau memang ceritanya yang nggak menakutkan, kok biasa aja ya? Padahal Mela—siapapun itu, anggaplah dia temen aku—katanya dia takut banget sama buku yang satu ini. Kalau menurut aku, ceritanya selalu punya ending yang menggantung, gini nih “Eh, udah abis aja? Jadi, semua berakhir seperti ini?” Ya nggak kayak gitu sih, cuma ending-nya kurang memuaskan, apalagi berupa kumpulan cerita. Terlebih, di cerita terakhir—Saat Jantung Berdegup Kencang—malah dibagi lagi jadi 3 cerita, cerita dalam cerita, bikin ceritanya jadi kayak terburu-buru gitu lho. Hmm... faktanya aku nggak takut, cuma entah kenapa pas baca buku ini kok kayak ada yang merhatiin ya :/ Contohnya pas baca di pojok ruang tamu, eh di pojok lain kayak ada yang merhatiin, cuma perasaan mungkin ya :P Review ini sekaligus jadi penguat juga pas aku tulis Dare To Say #1 : After School Horror by Nana R. Praptini. Awalnya, bisa aja masukkin buku ini ke DNF *dapat istilah baru dari Kak Sandra @ Page by Page*, cuma sayang juga sih, aku harus menamatkan sesuatu sampai selesai, biar nggak penasaran :D Tadinya, mau kasih 1 bintang aja, tapi cover-nya juga unyu kok, jadi ★★ untuk buku ini. Selengkapnya: http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2...

  4. 5 out of 5

    Dessy Priyatna

    Teenlit dan horror. Rasanya dah seabad lamanya gak baca teenlit lagi (berasa tua) dan juga baca cerita2 horror (kebanyakan baca thriller selama ini). Dan, Yes! Buku kumpulan cerpen ber-genre horror ini lumayan bikin bulu kuduk merinding :) dan kisah-kisah di buku ini juga berhasil membawa saya balik ke beberapa tahun silam ke dunia sekolah yg bisa dibilang rada angker (sekolah saya dulu bangunannya tua , deket "kebon" n pemakaman) n full of bullying. Ada 8 kisah seram dalam buku ini yang kalau me Teenlit dan horror. Rasanya dah seabad lamanya gak baca teenlit lagi (berasa tua) dan juga baca cerita2 horror (kebanyakan baca thriller selama ini). Dan, Yes! Buku kumpulan cerpen ber-genre horror ini lumayan bikin bulu kuduk merinding :) dan kisah-kisah di buku ini juga berhasil membawa saya balik ke beberapa tahun silam ke dunia sekolah yg bisa dibilang rada angker (sekolah saya dulu bangunannya tua , deket "kebon" n pemakaman) n full of bullying. Ada 8 kisah seram dalam buku ini yang kalau menurut penulisnya sih merupakan pengalaman pribadi. Wallahualam. Kisah-kisah yang terjadi di sekitar sekolah, di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas yang sepi, perpustakaan yg seperti kota mati dan toilet sekolah yang gelap, jorok dan bau hiiiyy, seolah mengingatkan kita kalo kita gak hidup sendirian hehe. Ada beberapa kisah yang membuat saya tersentuh sekaligus bergidik, kisah seorang anak baru di sekolah yg dikasih penglihatan tentang peristiwa bullying beberapa bulan lalu hingga mengakibatkan seorang murid tewas, kemudian si anak baru ini jatuh cinta sama cowok misterius yg ternyata adalah... Juga kisah tentang seorang anak yang tewas karena kecelakaan, yang menyampaikan pesan kematiannya lewat sebuah tugas mengarang pada guru lesnya. Kisah pengalaman anak kampus yang melihat hantu setengah badan yg sudah terkenal di kampusnya. Dan kisah-kisah lainnya yang bisa dibaca dalam sekali duduk hehe. Kalo dilihat-lihat cerita horror kadang gak jauh beda yg satu dengan yg lainnya isinya nakut-nakutin, tapi ada moment tertentu yang kadang membuatnya menjadi tak sama, kaya misalnya kita bacanya pas malam hari dah gitu sendirian terus abis itu mati lampu pula hehe berasa feelnya hihihi.

  5. 5 out of 5

    Ratri Anugrah

    Aku belum pernah baca novel bergenre horor sebelumnya. Waktu daftar sebagai tour host, masih ada perasaan ragu--ragu bakal berani baca atau engga kalau terpilih. Nah, ternyata aku bernyali juga lho! After School Horror terdiri dari delapan cerita horor. Otomatis tokohnya beda-beda dan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Thanks God bahasa yang dipakai Nana seperti teenlit pada umumnya. Sama sekali nggak bikin mumet. Cara mendeskripsikan keadaan juga oke, bikin ikutan merinding pada Aku belum pernah baca novel bergenre horor sebelumnya. Waktu daftar sebagai tour host, masih ada perasaan ragu--ragu bakal berani baca atau engga kalau terpilih. Nah, ternyata aku bernyali juga lho! After School Horror terdiri dari delapan cerita horor. Otomatis tokohnya beda-beda dan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Thanks God bahasa yang dipakai Nana seperti teenlit pada umumnya. Sama sekali nggak bikin mumet. Cara mendeskripsikan keadaan juga oke, bikin ikutan merinding padahal bacanya siang bolong. Yang paling aku suka dari buku ini adalah adanya ilustrasi di setiap awal cerita (thanks to Nana Naung, sang ilustrator). Meski sebenernya gambar hantu lebih serem di film-film, tapi ini lumayan juga lho bikin bergidik dan toleh kanan-kiri. Kalau dipikir-pikir, sebenernya cerita-cerita horor itu nggak beda jauh kok satu dengan yang lain. Tapi entah kenapa, somehow, mereka nggak bisa dibilang sama. Mungkin itu uniknya cerita horor ya. Beda sama romance yang kalau sama pasti langsung saling tunjuk siapa yang mencontek siapa. Jadi, meski kalian sudah sering denger cerita horor, tetep harus coba baca yang satu ini :) Sekalian nostalgia juga jangan-jangan dulu waktu sekolah atau kuliah pernah ngalamin sendiri tapi nggak sadar hehe. Ikuti GIVEAWAYnya di http://imawesomenerd.blogspot.com/201...

  6. 5 out of 5

    Hadi Kurniawan

    Tadinya waktu ditawarin ngehost di Bukune Virtual Book Tour Horor di blog, saya milih buku ini. Eh gak taunya, yang ngincer buku ini buanyak tenan, saya jadi disortir untuk mengupas buku yang lain. Buku ini ringan, enak dibaca. Saya kelarin buku ini satu hari doang, padahal saya kurang banget kalau disuruh baca. Biasanya sih butuh waktu dua atau tiga hari, bahkan satu minggu. Tapi ini satu hari. Serius, ini keren bingit. Banyak cerita misterius yang dikisahkan. Ada tulisan kisah nyatanya. Saya se Tadinya waktu ditawarin ngehost di Bukune Virtual Book Tour Horor di blog, saya milih buku ini. Eh gak taunya, yang ngincer buku ini buanyak tenan, saya jadi disortir untuk mengupas buku yang lain. Buku ini ringan, enak dibaca. Saya kelarin buku ini satu hari doang, padahal saya kurang banget kalau disuruh baca. Biasanya sih butuh waktu dua atau tiga hari, bahkan satu minggu. Tapi ini satu hari. Serius, ini keren bingit. Banyak cerita misterius yang dikisahkan. Ada tulisan kisah nyatanya. Saya sempat melompong. "Masa sih, ada kejadian begitu di dunia modern begini??" Bagian yang paling saya suka itu yang kisahnya Lidya, dia mati kecelakaan, tapi nyampein pesan kematiannya itu kepada guru lesnya, menggunakan tugas karangan. Seruuu pokoknya. Ada sedikit typo, tapi tidak terlalu memberi efek yang signifikan buat buku ini. Misalnya nih, di cerita awal, ada Rieka yang tiba-tiba berubah menjadi Tika, namun berubah lagi menjadi Rieka. CMIIW Oke, 4 bintang dari saya. Ngebaca buku ini, merindiiiiiing totaal!

  7. 5 out of 5

    Dyan Eka

    Suka merinding pas baca novel ini. Ngingetin kalo dulu (dan sampai sekarang) suka cerita-cerita tentang makhluk astral yang terkenal di sekolah-sekolah. Menurutku, yang paling serem cerita tentang kos-kosan. Abis baca bagian itu, jadinya sedikit paranoid sama kamar kos-kosanku, tapi untungnya nggak ada apa-apa -____- Yang cerita malem-malem di kampus juga bikin takut juga, soalnya sering banget asistensi di kampus ampek larut malem. Dan untungnya nggak ngalamin hal-hal aneh kayak gitu, apalagi sam Suka merinding pas baca novel ini. Ngingetin kalo dulu (dan sampai sekarang) suka cerita-cerita tentang makhluk astral yang terkenal di sekolah-sekolah. Menurutku, yang paling serem cerita tentang kos-kosan. Abis baca bagian itu, jadinya sedikit paranoid sama kamar kos-kosanku, tapi untungnya nggak ada apa-apa -____- Yang cerita malem-malem di kampus juga bikin takut juga, soalnya sering banget asistensi di kampus ampek larut malem. Dan untungnya nggak ngalamin hal-hal aneh kayak gitu, apalagi sampek dimintai tolong. Btw, bagus sih, ini novel. Ngingetin ke kita kalau kita nggak hidup sendirian. Ada makhluk-makhluk yang tak kasat mata hidup berdampingan dengan kita. Asalkan kita nggak iseng gangguin mereka, insyaallah mereka juga nggak ganggu. Plus banyak-banyak baca doa aja biar nggak diganggu. Serem!! -,-

  8. 4 out of 5

    Dyah

    Actually 3.5 stars. I like this book because it brings me back to my highschool year. My school was one of the scariest school in Bandung--perhaps it still is. And to think that I have spent a night at that school... it's kinda creepy. After School Horror has a terrifying cover design (just look at all those blood red color) and equally terrifying illustrations inside. There are several horror stories in the book, and they surely will make any student suffers from paranoia *chuckles* And here's my Actually 3.5 stars. I like this book because it brings me back to my highschool year. My school was one of the scariest school in Bandung--perhaps it still is. And to think that I have spent a night at that school... it's kinda creepy. After School Horror has a terrifying cover design (just look at all those blood red color) and equally terrifying illustrations inside. There are several horror stories in the book, and they surely will make any student suffers from paranoia *chuckles* And here's my complete review in Indonesian: http://dyahagustine.blogspot.com/2013...

  9. 4 out of 5

    Ariestanabirah

    Ini merupakan kumpulan cerita pendek yang menarik. Tema horror di sekolah memang tak pernah mati.

  10. 5 out of 5

    Ega

    wow

  11. 5 out of 5

    Arum Arum

  12. 5 out of 5

    Yolanda Monica

  13. 5 out of 5

    orin

  14. 5 out of 5

    Dwi Kasih

  15. 4 out of 5

    Desita Itsmystyle

  16. 4 out of 5

    Nene

  17. 5 out of 5

    Netta Kristy

  18. 4 out of 5

    Elisa Nur

  19. 4 out of 5

    Praseto

  20. 4 out of 5

    Ganda Hutama

  21. 4 out of 5

    Reza Justisia

  22. 5 out of 5

    Madinatur Rizki

  23. 5 out of 5

    Asriani

  24. 5 out of 5

    Rickey Hermawant

  25. 4 out of 5

    Wening Dyah

  26. 5 out of 5

    Ran_sakuraknightryyahoo.co.id

  27. 4 out of 5

    Neni Safitri

  28. 4 out of 5

    Rona Neichan

  29. 5 out of 5

    Ardini

  30. 5 out of 5

    Indry

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.